OPINI – Dalam masa jabatan yang singkat sebagai Penjabat Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Datuk Safrizal Zakaria Ali (SZA) berhasil meninggalkan jejak yang signifikan. Kepemimpinannya yang hanya berlangsung selama 9 bulan dan 10 hari tidak menghalangi beliau untuk membuat perubahan substansial yang akan dikenang oleh masyarakat Bangka Belitung.
Melalui artikel ini, Penulis mencoba mengupas secara mendalam lima pencapaian utama Datuk SZA dan bagaimana kontribusi tersebut mencerminkan kepemimpinan yang efektif, meski dalam waktu terbatas.
1. Pemulihan Pabrik Sawit Aon: Menjawab Tantangan Ekonomi
Salah satu langkah strategis Datuk SZA yang patut diacungi jempol adalah upayanya dalam memperjuangkan operasional kembali Pabrik Sawit Aon.
Dalam menghadapi tekanan ekonomi yang menghambat pertumbuhan daerah, beliau berhasil meyakinkan Kejaksaan Agung untuk memberikan dukungan agar pabrik tersebut dapat kembali beroperasi.
Dampaknya, pabrik ini tidak hanya menghidupkan kembali roda ekonomi di sektor pertanian lokal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Keberhasilan ini mencerminkan kepekaan Datuk SZA terhadap kebutuhan ekonomi masyarakat dan kemampuannya untuk menjembatani kepentingan lokal dengan kebijakan nasional.
2. Kenaikan Royalti Timah: Komitmen pada Pembangunan Daerah
Timah adalah salah satu sumber daya utama di Bangka Belitung, dan Datuk SZA menyadari pentingnya sektor ini bagi perekonomian daerah.
Dengan memperjuangkan kenaikan royalti timah ke pemerintah pusat, beliau menunjukkan komitmen yang kuat untuk memperkuat ekonomi lokal.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memperkuat posisi Bangka Belitung sebagai pemain kunci dalam industri pertambangan nasional.
Kebijakan ini menggarisbawahi kemampuan Datuk SZA untuk mengadvokasi kepentingan daerah di tingkat nasional, sebuah kualitas yang sangat dibutuhkan dalam memimpin daerah dengan potensi sumber daya alam yang melimpah.
3. Meningkatkan Profit Sharing Bank Sumsel Babel: Langkah Cerdas di Sektor Keuangan
Di sektor keuangan, Datuk SZA mencatatkan pencapaian penting dengan berhasil meningkatkan persentase bagi hasil (profit sharing) dari Bank Sumsel Babel dari 5% menjadi 9%. Keputusan ini tidak hanya memberikan suntikan dana segar bagi kas daerah, tetapi juga memperkuat hubungan sinergis antara pemerintah provinsi dan institusi perbankan.
Langkah ini menunjukkan visi ekonomi Datuk SZA yang tidak hanya fokus pada sektor tradisional seperti pertambangan dan pertanian, tetapi juga pada optimalisasi sektor keuangan untuk mendukung pembangunan daerah.
Keberhasilan ini adalah bukti kemampuan beliau dalam memanfaatkan semua potensi yang ada untuk kesejahteraan masyarakat.
4. Membangun Sinergi Antarlembaga: Pendekatan Berbasis Hati
Salah satu aspek yang membedakan kepemimpinan Datuk SZA adalah kemampuannya dalam membangun sinergi yang kuat antar lembaga pemerintahan di Bangka Belitung.
Dengan pendekatan yang mengutamakan hubungan emosional dan empati, beliau berhasil menyatukan para pemimpin institusi dalam upaya bersama untuk mencapai tujuan pembangunan daerah.
Langkah ini memperlihatkan gaya kepemimpinan yang tidak hanya berbasis pada kebijakan formal, tetapi juga pada pembangunan hubungan yang didasarkan pada kepercayaan dan kerja sama.
Pendekatan ini telah berhasil menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan produktif di kalangan birokrasi daerah.
5. Revitalisasi Budaya Melayu: Menghidupkan Identitas Lokal
Warisan budaya Melayu yang menjadi identitas kuat masyarakat Bangka Belitung mendapatkan perhatian khusus dari Datuk SZA.
Salah satu inisiatif beliau yang patut diapresiasi adalah upayanya dalam menghidupkan kembali tradisi berpantun, sebuah warisan budaya yang sempat meredup.
Dengan mendorong masyarakat untuk kembali menghargai dan melestarikan tradisi ini, Datuk SZA tidak hanya memperkuat identitas kultural daerah tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya mereka.
Kebijakan ini menunjukkan pemahaman mendalam beliau tentang pentingnya budaya sebagai perekat sosial dan identitas kolektif.
Kepemimpinan yang Menginspirasi
Meskipun masa jabatannya singkat, Datuk SZA telah memberikan warisan yang kuat dan berkelanjutan bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dari aspek ekonomi hingga budaya, kontribusi beliau telah membawa perubahan nyata yang dirasakan oleh masyarakat.
Seperti pepatah “Tiada gading yang tak retak,” tentu tidak ada kepemimpinan yang sempurna. Namun, apa yang telah dicapai oleh Datuk SZA selama 9 bulan 10 hari adalah contoh dari kepemimpinan yang berintegritas, berfokus pada kesejahteraan masyarakat, dan mampu mengatasi tantangan dengan cara yang efektif.
Kini, dengan tugas baru di Negeri Serambi Mekah, kita berharap Datuk SZA dapat terus memberikan kontribusi terbaiknya. Kepemimpinan beliau di Bangka Belitung akan terus dikenang, dan semoga menjadi inspirasi bagi pemimpin-pemimpin lain di masa depan. **Selamat bertugas, Datuk SZA, di tempat pengabdian yang baru. (Editor KBO Babel)
Penulis : Bang DDS, pemerhati sosial kemasyrakat Bangka Belitung