Babeltoday.com, Kelurahan Dul — Di tengah kondisi jalan yang masih dipenuhi lubang dan kerusakan di sejumlah titik sepanjang ruas Jalan Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, sekelompok warga memilih tidak hanya mengeluh. Mereka bergerak. Minggu (7/6/2026).
Dengan bermodalkan semangat kebersamaan, tenaga sukarela, serta urunan dana seadanya, warga Kelurahan Dul bergotong royong melakukan perbaikan jalan secara swadaya. Mulai dari mencampur semen, mengangkut material, hingga menutup lubang-lubang yang selama ini menjadi ancaman bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Pemandangan itu terlihat di beberapa titik jalan lingkungan. Kaum muda, orang tua, hingga ibu-ibu tampak ikut ambil bagian. Tidak ada upah, tidak ada kontrak pekerjaan, dan tidak ada seremoni. Yang ada hanyalah kesadaran bersama bahwa keselamatan pengguna jalan tidak bisa terus menunggu.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Lurah Dul, Sukarno, yang turun langsung memantau sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat. Kehadiran Babinsa bersama para Ketua RW dan RT setempat juga menjadi penyemangat tersendiri bagi warga yang bekerja sejak pagi.
Menurut warga, aksi swadaya ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi jalan yang mengalami kerusakan di berbagai titik. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, jalan berlubang juga kerap menjadi penyebab pengendara terjatuh, terutama saat hujan ketika genangan air menutupi permukaan jalan yang rusak.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Dul menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan masih hidup dan kuat di tengah masyarakat. Ketika persoalan lingkungan mendesak, warga memilih menjadi bagian dari solusi.
Namun di balik semangat tersebut, terselip harapan agar pihak-pihak yang memiliki kewenangan lebih besar terhadap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dapat melihat kondisi yang sesungguhnya terjadi di lapangan. Sebab sejatinya, perbaikan jalan bukanlah beban yang harus terus dipikul oleh masyarakat secara swadaya.
Jalan yang membentang dari simpang masuk hingga ke ujung wilayah Kelurahan Dul merupakan akses penting bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Gotong royong ini memang patut diapresiasi, tetapi semangat warga tidak seharusnya menjadi alasan bagi pemangku kebijakan untuk berlama-lama menunda perbaikan yang lebih menyeluruh.
Di Dul, warga telah menunjukkan kepeduliannya. Kini masyarakat berharap kepedulian yang sama juga hadir dari mereka yang memiliki kewenangan dan anggaran untuk memastikan jalan yang layak, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna. (Red/*)