Atraksi Personil SAS Bikin ‘Heboh’ Di Momen Silahturahmi Akbar PSAI Akek Bintit

0 204

Foto : Beragam atraksi yang dipertunjukkan para personel asal SAS Babel saat acara Silaturahmi Akbar Keluarga Besar PSAI Aliran Akek Bintit.

BANGKATENGAH,Babeltoday.com – Selain bertanding 1000 lebih pendekar asal Perguruan Silat Agama Islam (PSAI) Aliran Akek Bintit di Bangka Belitung (Babel), momen silahturahmi akbar perguruan silat ini, Rabu (27/12/2023) bertempat di area Pendopo Rosman Djohan Institute, Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah juga dihebohkan dengan atraksi oleh tenaga dalam oleh para personel asal Sanggar Alam Semesta (SAS) Babel.

 

Acara silaturahmi akbar ini dimulai sejak siang hingga menjelang malam bahkan aree Pendopo Rosman Djohan Institute pun hari itu terlihat dipadati para undangan yang hadir termasuk para keluarga besar PSAI Aliran Akbar Bintit Babel.

Sejumlah personel SAS Babel di bawah pimpinan Gus Ali ikut tampil antara lain Armin, Rian, Bayu, Penyok dan Hengki malam itu mereka tampak bersemangat menunjukkan kemampuan dalam memperagakan teknik olah kekebalan tubuh (kanuragan) terhadap benda-benda tajam di hadapan para undangan yang hadir malam itu.

Antara lain pertunjukan makan silet, bara api, menusuk pipi dan leher menggunakan batangan besi termasuk atraksi lainnya. Atraksi malam itu pun sempat disaksikan oleh mantan Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan, ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Babel Syarli Novriansyah dan seorang tokoh budayawan/penulis Ahmadi Sopiyan.

Foto : Personil SAS Babel, Armin menunjukkan kemampuannya memotong lidahnya dengan mesin gergaji.

 

Sejumlah atraksi yang membawakan heboh untuk undangan malam itu menurut Gus Ali ditunjukan tak lain semata-mata hanya memberikan sajian tontonan hiburan saja. Pria kelahiran Desa Penagan, Kecamatan Mendo Barat iakrab disapa dengan panggilan ‘bang Ali’ ini pun mengaku belumlah lama membangun SAS Babel di perumahannya dekat kawasan Tuatunu, Kota Pangkalpinang.

“Sebenarnya Sanggar Alam Semesta ini lahir berawal dari didirikannya sebuah Padepokan Gendam Sejagad Laskar Macan Putih. Para personil kita ini rata-rata berasal dari Padepokan,” ujar Ali kepada tim Kantor Berita Online Bangka Belitung (KBO Babel) ditemui seusai acara malam itu.

 

Eksistensi sanggar yang Didirikannya itu (SAS Babel) tidak hanya di bidang pembelajaran teknik olah tenaga dalam (Kanuragan) akan tetapi di sanggarnya pun berisikan para aktifis atau pegiat seni dan budaya antara bidang lain seni tari dan seni bela diri atau pencak silat Aliran Akek Bintit.

“Semua ini merupakan bentuk sikap kami yang komitmen dan bertujuan menjaga dan melestarikan budaya daerah Bangka Belitung baik di bidang budaya maupun seni asli daerah,” terang pria yang telah melalang buana di jagad Nusantara.

Foto : Penampilan personil SAS Babel di Bazar UMKM & Seni Budaya di Tugu Kepiting Remangok, Selindung.

 

Sanggar Alam Semesta Babel juga berada di dalamnya yakni para pecinta sekaligus pemerhati budaya antara lain Ryan Augusta Prakasa dan Jaya Suparta alias Ki Arya. Keduanya menurut Gus Ali tak lain sebagai pembina di sanggarnya.

 

Foto : Para personil Sanggar Alam Semesta Babel. Pose bersama usai tampil di acara Bazar UMKM di Tugu Kepiting Remangok, Selindung Pangkalpinang.

 

Selanjutnya, pertunjukan teknik kekebalan tubuh dipertontonkan oleh personil SAS Babel malam itu tak saja dilakukan saat momen silahturahmi akbar keluarga besar PSAI Aliran Akek Bintit. Sebelumnya, para personil sanggarnya pun sempat tampil pula ikut di acara-acara seni & budaya yang digelar oleh pihak Pemkot Pangkalpinang belum lama ini antara kegiatan lain Bazar UMKM dan pentas seni & budaya daerah yang digelar di Taman Tugu Kepiting Remangok dan pertunjukan terakhir olah energi dalam di pusat kota atau di Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang.

Foto : Personil Sanggar Alam Semesta Babel diadakan bersama setelah tampil di acara Pekan Seni & Budaya di Alun-Alun Taman Merdeka, Pangkalpinang.

 

Terkait keberadaan sanggar yang dipimpinnya saat ini (SAS Babel), Gus Ali memberikan peluang atau kesempatan bagi para anak-anak muda atau generasi yang ada di pulau Bangka khususnya untuk bisa berkarya melalui sanggarnya.

“Silahkan bagi anak-anak muda atau kaum milenial yang mau belajar ataupun pengen berkarya mari bergabung di sanggar kami (SAS Babel – red). Kami terbuka bagi masyarakat atau siapa pun demi melestarikan warisan budaya dan menjaga kearifan lokal daerah kita,” pesan Ali.

Foto : Gus Ali pimpinan SAS Babel & Padepokan Gendam Sejagad Laskar Macan Putih.

 

Di akhir wawancara, Gus Ali menyampaikan kembali pesan khususnya kepada masyarakat di Babel jika memang ada yang berminat untuk bergabung di sanggarnya (SAS Babel) bisa menghubungi nomor sekretariat SAS Babel.

“Bisa hubungi nomor ini 0821-8319-2847. Insya Allah kami layani dengan baik jika memang berniat baik untuk melestarikan warisan budaya para leluhur dan mengangkat nilai-nilai kearifan lokal,” pesannya. (KBO Babel)

Leave A Reply

Your email address will not be published.