
BABELTODAY.COM|PANGKALPINANG — Pengurus Karang Taruna Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan audiensi ke Markas Korem (Makorem) 045/Garuda Jaya sebagai langkah memperkuat sinergi dalam pemberdayaan pemuda dan pemanfaatan potensi desa. Audiensi tersebut dipimpin oleh Ketua Karang Taruna Provinsi Babel, Haidir Asnan, didampingi jajaran pengurus. Selasa (7/4/2026).
Rombongan diterima langsung oleh Danrem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi, S.E., M.H., M.I.Pol., yang menyambut baik inisiatif kolaborasi antara Karang Taruna dan TNI dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Haidir menegaskan pentingnya peran Karang Taruna sebagai motor penggerak pemuda dari tingkat desa hingga provinsi.
“Karang Taruna memiliki struktur yang kuat hingga ke desa dan kelurahan. Ini menjadi potensi besar dalam menggerakkan kegiatan sosial maupun ekonomi produktif masyarakat secara berkelanjutan. Dan melalui audiensi ini kami ingin berkolaborasi dengan semua pihak termasuk TNI untuk bersinergi dalam hal positif pemberdayaan generasi muda,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya ingin mendorong pemuda agar tidak hanya bergantung pada sektor tambang, tetapi mulai beralih ke sektor produktif lainnya.
“Kami ingin menghadirkan alternatif ekonomi bagi masyarakat, salah satunya melalui pemanfaatan lahan tidur yang bisa dikelola pemuda secara kreatif dan berkelanjutan,” lanjut Haidir.
Salah satu potensi yang disoroti adalah budidaya tanaman nilam yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi. Menurut Haidir, lahan-lahan tidak produktif di desa bisa dimanfaatkan untuk pengembangan komoditas tersebut.
“Nilam menjadi peluang besar karena permintaan pasar cukup stabil. Jika dikelola serius oleh Karang Taruna di desa, ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Danrem Nur Wahyudi menegaskan kesiapan TNI dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat berbasis desa melalui struktur teritorial.
“TNI melalui Kodim, Koramil hingga Babinsa siap berkolaborasi dengan Karang Taruna dalam memetakan dan mengelola potensi lahan yang ada di desa,” ungkapnya.
Ia juga menilai sinergi ini penting untuk menjaga stabilitas wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kondisi Bangka Belitung saat ini relatif kondusif, namun kita tidak bisa menutup mata bahwa sebagian masyarakat masih bergantung pada sektor pertambangan timah. Oleh karena itu, perlu ada alternatif ekonomi yang berkelanjutan,” jelas Danrem.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama konkret antara Karang Taruna dan TNI dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa di Bangka Belitung melalui pemanfaatan potensi lokal secara optimal. (Red/*)