Agam DPRD Babel Dorong Peran Akademisi, UBB Diharap Jadi Solusi Masalah Daerah

Rayakan 2 Dekade UBB, Agam Dliya Ul-Haq Ungkap Keinginan Jadi Dosen

0 31

BABELTODAY.COM, PANGKALPINANG — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) periode 2024–2029, Agam Dliya Ul-Haq, mengaku bangga melihat perkembangan Universitas Bangka Belitung (UBB) yang terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Terbuka Senat dalam rangka Lustrum IV, Pengukuhan Guru Besar, serta Peresmian Gedung Balai Utama De Universitaria di Kampus Terpadu UBB, Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Senin (13/04/2026). Rabu (16/4/2026)

Kegiatan yang mengusung tema “2 Dekade Berdikari Membangun Negeri” itu menjadi momentum refleksi perjalanan UBB selama 20 tahun dalam berkontribusi terhadap pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Agam yang merupakan anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai, di usia dua dekade ini UBB diharapkan semakin matang dalam menjalankan peran strategisnya sebagai institusi pendidikan tinggi. Ia berharap kampus tersebut mampu memberikan manfaat nyata, khususnya dalam bidang keilmuan yang dapat mendukung proses pemerintahan dan pembangunan daerah.

Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat berbagai persoalan di Bangka Belitung yang belum terselesaikan secara optimal. Oleh karena itu, peran akademisi dinilai sangat penting dalam memberikan pandangan ilmiah serta solusi berbasis riset kepada pemerintah daerah.

“Masih banyak persoalan di Bangka Belitung yang membutuhkan kontribusi pemikiran dari kalangan akademisi. Kampus seperti UBB memiliki peran penting dalam memberikan pencerahan kepada pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang tepat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agam menekankan bahwa ke depan UBB perlu terus meningkatkan kualitas, baik dari sisi sumber daya manusia, dosen, maupun mahasiswa. Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan program pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, sehingga lulusan UBB mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Selain itu, ia menilai bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam mendorong percepatan pembangunan. Sinergi tersebut diyakini dapat menciptakan kebijakan yang tidak hanya berbasis kebutuhan lapangan, tetapi juga didukung oleh kajian akademik yang kuat.

“Kolaborasi antara universitas dan pemerintah daerah harus terus diperkuat. Dengan begitu, kebijakan yang dihasilkan bisa lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agam juga mengungkapkan keinginan pribadinya untuk terjun ke dunia akademik di masa mendatang. Ia mengaku memiliki cita-cita untuk menjadi dosen sebagai bentuk pengabdian lanjutan setelah menjalani peran di dunia politik.

“Saya sempat terpikir ke depan ingin mengamalkan ilmu sebagai dosen. Karena salah satu amal jariyah yang tidak terputus adalah ilmu yang bermanfaat. Peran dosen sangat mulia dalam mencetak generasi penerus,” ungkapnya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada para dosen dan tenaga pengajar di UBB yang telah berkontribusi dalam mencerdaskan generasi muda. Menurutnya, profesi dosen tidak hanya sebatas mengajar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun peradaban melalui pendidikan.

Momentum Lustrum IV ini diharapkan menjadi titik awal bagi UBB untuk terus berkembang menjadi universitas unggulan yang tidak hanya berkiprah di tingkat regional, tetapi juga nasional. Dengan dukungan semua pihak, UBB diyakini mampu menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung sekaligus motor penggerak kemajuan daerah. (Mung Harsanto/Babel Today)

Leave A Reply

Your email address will not be published.