Seharusnya Mengenakan Pakaian  Wisuda Kelulusan, Cahaya Kini Hanya Diwakili Sebuah Foto

0 9

Babeltoday.com, Bangka Belitung — Hari Rabu tanggal 6 Mei 2026) seharusnya menjadi hari penuh kebahagiaan bagi keluarga almarhumah Cahaya Putri Soleha. Hari yang mestinya dipenuhi senyum bangga, pelukan hangat, dan tangis haru atas wisuda kelulusan sang putri dari bangku SMA. Namun kenyataan berkata lain. Di tengah suasana pelepasan siswa SMAN 1 Simpang Katis, keluarga justru berdiri dalam duka yang belum usai.

Caption: Teman-teman satu sekolah dan satu angkatan Almarhumah Cahaya Putri Soleha memegang foto almarhumah saat Wisuda Kelulusan.

 

Di lokasi acara wisuda kelulusan, nama Cahaya Putri Soleha tetap disebut sebagai salah satu siswi berprestasi SMAN 1 Simpang Katis. Deretan piagam penghargaan yang berhasil diraihnya menjadi bukti bahwa almarhumah dikenal sebagai sosok yang tekun dan membanggakan. Mulai dari prestasi akademik hingga penghargaan non-akademik di bidang baca puisi, semuanya kini tersusun rapi di samping bingkai foto dirinya yang tersenyum lembut.

Namun di balik piagam dan medali itu, tersimpan luka mendalam bagi keluarga. Sosok yang seharusnya berdiri menerima penghargaan dengan pakaian wisuda kelulusan kini hanya hadir lewat sebuah foto yang dipeluk penuh haru oleh orang-orang terdekatnya.

Suasana emosional terlihat saat pihak sekolah, guru, dan rekan-rekan almarhumah memberikan penghormatan khusus kepada Cahaya. Tangis pecah di antara para sahabat yang mengenang sosoknya sebagai pribadi baik, ceria, dan penuh semangat belajar.

Keluarga tampak berusaha tegar menghadapi kenyataan pahit tersebut. Hari yang seharusnya menjadi momentum membanggakan berubah menjadi pengingat kehilangan yang begitu dalam. Kebahagiaan kelulusan kini bercampur dengan kesedihan karena Cahaya tidak lagi bisa menyaksikan hasil perjuangannya sendiri.

Seperti diketahui, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis yang kini masih dalam proses hukum terkait dugaan penolakan pasien dan dugaan kelalaian medis di Primaya Bhakti Wara Hospital. Kasus tersebut saat ini tengah ditangani oleh Polresta Pangkalpinang dan telah memasuki tahap penyidikan.

Salah satu kuasa hukum keluarga korban, Andi Aziz Setiawan, S.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses hukum hingga seluruh fakta terungkap secara terang.

“Hari ini seharusnya menjadi hari bahagia bagi almarhumah dan keluarganya. Tapi yang hadir hanya foto dan kenangan. Kami memastikan perjuangan mencari keadilan tidak akan berhenti. Kasus ini harus dibuka seterang-terangnya agar tidak ada lagi keluarga lain yang merasakan luka yang sama,” tegas Andi saat ditemui awak media. (Red/*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.