Bekisah di Warkop, Adhy Sarphio dan Aldi Taher Bicara Pilkada Kota Pangkalpinang

0 93

Babeltoday.com|Pangkalpinang – Bersama sejumlah jurnalis, Bakal calon (Balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Adhy Sarphio dan Aldi Taher bicara soal Pilkada Kota Pangkalpinang 2025 yang akan berlangsung Agustus 2025 mendatang, di Warkop Bubur Shanghai, Jalan Mentok, Pangkalpinang. Senin siang (12/5/2025).

Dalam obrolannya, Adhy mendiskusikan peluangnya berpasangan dengan Aldi Taher, selaku rekan duetnya untuk memenangkan Pilkada yang dari hitung-hitungan politiknya terbuka lebar.

Pada acara santai ngopi bareng ini, paslon yang mempunyai jargon “Bepanter” tersebut menyerap serta menyambut aspirasi beberapa tokoh pemuda Pangkalpinang yang kebetulan sedang menikmati kopi di warkop tersebut. Adhy sangat mengapresiasi kritik maupun masukan yang telah diutarakan mereka yang ikut duduk bersama dalam kesempatan ini.

Berbagai saran dan kritik dari masyarakat sebagian juga telah dijelaskan oleh beberapa warga. Diantaranya ada perbaikan jalan, keluhan UMKM, serta penanggulangan banjir yang masih ditemui pada musim hujan.

“Kalaupun nanti terpilih, tentunya segala kritik dan saran akan dipelajari terlebih dahulu serta diskusi dengan stakeholder,” ujar Adhy.

Ia menambahkan kelak jika terpilih, tidak akan menjadi Kepala Daerah yang anti kritik selama itu untuk kepentingan masyarakat umum dan bukan untuk kepentingan pribadi.

Mengenai visi misinya, Adhy mengatakan nanti akan ada waktunya untuk disampaikan langsung ke masyarakat Kota Pangkalpinang.

“Terkait kontestasi nanti, saya siap berkompetisi dengan cara yang fair play. Menang dan kalah itu takdir Allah, namun semuanya harus demi kesejahteraan masyarakat Kota Pangkalpinang,” jelasnya.

“Ya hanya ngopi bareng, ngobrol santai dan menyerap aspirasi, menanyakan isu-isu yang dihadapi masyarakat, utamanya kalangan warga yang sebelumnya jarang ditemui pemimpinnya,” jelas Adhy saat awak media mewawancarainya.

Bagi Adhy, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, karena dianggap sebagai bentuk keterbukaan pemimpin dalam mendengarkan aspirasi dari lapisan masyarakat. (Red/*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.