BabelToday.com, Lubuk Besar – Setelah sempat viral di berbagai media lokal, aktivitas tambang timah ilegal yang beroperasi di tengah perkampungan Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, akhirnya dihentikan oleh aparat kepolisian. Polisi mendatangi lokasi pada Senin (17/02/2025) dan memastikan bahwa tambang ilegal yang berada di dekat bangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tersebut harus
dibongkar.
Kapolres Bangka Tengah, AKBP Pradana Aditya Nugraha, mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas tambang ilegal ini.
“Sudah dihimbau oleh Polsek Lubuk Besar dan mereka (penambang-red) sudah mulai melakukan pembongkaran sejak kemarin,” ujar AKBP Pradana dalam keterangannya pada Selasa siang (18/02/2025).
Beroperasi Dekat Pemukiman, Warga Resah
Sebelumnya, aktivitas tambang ilegal di lokasi ini menjadi sorotan setelah terpantau ada belasan unit ponton beroperasi di sekitar pemukiman warga.
Keberadaan tambang ilegal ini menimbulkan keresahan di masyarakat, mengingat lokasinya yang berdekatan dengan fasilitas air bersih Pamsimas yang sangat vital bagi warga desa.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa tambang ini telah beroperasi selama beberapa waktu dan dikoordinir oleh seseorang berinisial Y, yang disebut-sebut sebagai adik dari E, seorang tokoh masyarakat di Desa Batu Beriga.
“Kalau gak salah, aktivitas tambang ini sudah berlangsung cukup lama. Dan yang mengurus timahnya itu Y, adik dari E yang merupakan tokoh masyarakat di sini,” ujar warga tersebut.
Meskipun demikian, warga lainnya mengaku enggan berbicara lebih jauh terkait keterlibatan oknum tertentu dalam operasi tambang ilegal ini.
“Itu yang saya tahu, selebihnya saya tidak berani bicara lebih lanjut, takut salah ngomong pak,” imbuhnya.
Tambang Ramai, Pekerja dari Berbagai Daerah
Selain warga setempat, tambang ilegal ini juga melibatkan pekerja dari luar desa. Menurut kesaksian salah seorang warga, dalam beberapa hari terakhir, aktivitas pertambangan di lokasi tersebut semakin ramai.
“Sudah beberapa hari ini ramai, yang bekerja bukan hanya orang desa, tapi juga ada yang dari luar,” ujar warga lainnya yang juga meminta identitasnya dirahasiakan.
Tingginya aktivitas penambangan ilegal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga sekitar, terutama terkait dampak lingkungan dan potensi kerusakan sumber air bersih dari Pamsimas yang mereka andalkan sehari-hari.
Tindakan Tegas Aparat, Tambang Ilegal Dibongkar
Setelah viral di media dan mendapat sorotan dari berbagai pihak, aparat kepolisian bergerak cepat. Personel dari Polsek Lubuk Besar langsung turun ke lokasi dan menghentikan aktivitas penambangan ilegal tersebut.
Kapolres Bangka Tengah memastikan bahwa pihaknya akan terus mengawasi situasi agar aktivitas ilegal ini tidak kembali beroperasi.
“Kami terus berkoordinasi dengan aparat desa dan warga untuk memastikan tambang ilegal ini benar-benar berhenti dan tidak kembali beroperasi,” tegas AKBP Pradana Aditya.
Dengan langkah tegas dari pihak kepolisian, diharapkan tidak ada lagi aktivitas tambang ilegal yang meresahkan warga dan berpotensi merusak lingkungan di kawasan tersebut.
Namun, masih menjadi pertanyaan apakah ada oknum-oknum tertentu yang selama ini membiarkan aktivitas ini berlangsung tanpa tindakan hingga akhirnya viral di media.
Kasus ini menjadi peringatan bagi para pelaku tambang ilegal lainnya bahwa hukum tetap berlaku dan tindakan tegas akan terus dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kelestarian lingkungan di Bangka Belitung. (Red*)