Atjek Fatoni Kembali Terpilih Di Bursa Pilkades Beluluk 2021, Sebelumnya Tersandung Persoalan Dana Bumdes 2016

0 254

Foto : Baliho terpasang foto para calok kades Beluluk. Dalam Pilkades Beluluk 2021 sedikitnya 3 calon bertarung. (ist)

BANGKATENGAH,BabelToday.com – Bursa pemilihan calon kepala desa (Cakades) Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah 2021 akhirnya mengantarkan Atjek Fatoni untuk menduduki jabatan sebagai kepala desa (Kades) setempat.

Dalam pelaksanaan Pilkades Beluluk yang digelar, Sabtu (7/8/2021) berdasarkan hasil perhitungan perolehan suara oleh pantia pelaksana Pikades Beluluk, Atjek Fatoni dengan nomor 1 berhasil mengumpulkan suara tertinggi yakni sebanyak 981 suara.

Atas perolehan ini, pria yang akrab disapa di kalangan orang terdekat dengan sebutan nama pak Toni ini berhasil mengalahkan saingannya yakni Ass Asrori (tokoh pemuda) Desa Beluluk calon nomor 2 dengan perolehan total suara sebanyak 606 suara.

Foto : Atjek Fatoni. (Profil WA)

Selain itu, seorang calon kades Beluluk juga ikut bertarung dalam Pikades Beluluk 2021 yakni Ahmad Fikri justru hanya mampu mengumpulkan sebanyak 48 suara.

“Tanggal 1 sampai dengan 30 September direncanakan acara pelantikan para Kades terpilih,” kata Andi Zulkifli selaku panitia pelaksana Pilkades Beluluk, Sabtu (7/8/2021).

Sementara informasi yang berhasil dihimpun oleh tim media ini di lapangan menyebutkan jika Kades Beluluk 2021 terpilih kali ini Atjek Fatoni, sebelumnya ia diketahui sempat ‘tersandung’ persoalan dana kas Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) senilai tak lebih dari Rp 36 juta pada tahun 2016 lalu.

Foto : Data rekapitulasi perolehan suara Pilkades di wilayah Kabupaten Bangka Tengah termasuk Desa Beluluk. (ist)

Dana BUMDES senilai tersebut merupakan dana yang diserahkan oleh oleh direktur BUMDES Beluluk, As Asrori kepada pihak desa setempat.

Atjek Fatoni sebelumnya sempat menjabat sebagai Kades Beluluk pada tahun 2016, sedangkan Aas Asrori selaku direktur BUMDES Beluluk, namun pada tahun 2016 As Asrori mengaku ia malah mengundurkan diri dari jabatan direktur BUMDES lantaran yang bersangkutan padat kesibukan selain menjabat sebagai direktur BUMDES Beluluk.

“Iya memang betul saya pernah menjabat sebagai direktur BUMDES Beluluk namun tahun 2016 saya mengundurkan diri karena banyak kesibukan lainnya dan sejumlah uang milik kas BUMDES senilai Rp 36 juta saya serahkan ke bendahara desa Beluluk,” ungkap As saat dihubungi tim media ini belum lama.ini.

Namun seiring berjalan waktu, sejumlah uang yang telah diserahkan oleh As Asrori ke bendaraha Desa Beluluk justru terdengar kabar ‘tak sedap’ jika dana BUMDES itu diduga digunakan oleh Atjek Fatoni untuk kepentingan pribadi.

Soal sejumlah dana BUMDES yang digunakan oleh Atjek Fatoni ini pun sempat menjadi pembahasan di kalangan perangkat desa setempat. Lantaran telah. bertahun-tahun sejumlah dana itu baru diketahui digunakan oleh Atjek Fatoni hingga akhirnya di Desa Beluluk pun digelar rapat musyawarah dan meminta Atjek Fatoni untuk mengembalikan sejumlah dana yang digunakanya tersebut.

Permasalahan penggunaan sejumlah dana BUMDES tahun 2016 ini pun oleh Atjek Fatoni tak disangkal oleh Ketua BPD Beluluk, Dadang Saputra. Bahkan sejumlah dana tersebut selama ini dipegang oleh Atjek Fatoni.

“Selama ini dana itu dipegang oleh beliau (Atjek Fatoni — red) saat masih menjabat sebagai Kades Beluluk,” ungkap Dadang saat dihubungi melalui ponselnya baru-baru ini.

Persoalan dana BUMDES Beluluk tahun 2016 itu sesungguhnya menurutnya sama sekali tidak diperbolehkan digunakan untuk kepentingan pribadi oleh Kades atau pejabat desa setempat, hal ini sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Saat disinggung lebih jauh terkait persoalan sejumlah BUMDES Beluluk 2016 itu sempat menjadi pembahasan di kantor desa setempat justru dikatakan Dadang jika hal ini terungkap berawal dari hasil investigasi pihak perangkat desa setempat.

“Sesuai hasil pertemuan dan investigasi dana BUMDES yang hilang tak jelas pada bulan Pebruari 2021. Nah selama 5 tahun ini baru sekarang tahunya,” ungkap Dadang.

Lanjut Dadang, hingga akhirnya, sejumlah uang BUMDES Beluluk pun dikembalikan oleh Atjek Fatoni kepadanya selalu ketua BPD Beluluk. Selanjutnya sejumlah uang tersebut akan diserahkan kepada Kades Beluluk terpilih 2021 ini.

“Dana BUMDES itu sekarang ada diserahkan ke saya, selanjutnya akan saya serahkan ke Kades Beluluk terpilih, dan memang seperti itu mekanismenya,” terang Dadang.

Sementara itu Atjek Fatoni, saat dikonfirmasi terkait persoalan dana BUMDES Beluluk tersebut justru ia hanya menjawab dengan nada datar, bahkan dana yang digunakanya itu justru hanya sebesar Rp 25 juta dan baru-baru ini, Rabu (3/8/2021) telah diserahkanya ke ketua BPD Beluluk.

Foto : Lembaran berkas acara serah terima dana BUMDES 2016. (ist)

“O..iya pak…mslh bumdes sudah kita selesai kan bersama bpd desa beluluk dalam musdes desa beluluk ter tgl 3 agustus 2021..tapi nanti yg lebih jelas nya kita jadwal kan ketemu,” kata Atjek Fatoni dalam pesan singkatnya (What’s App/WA), Minggu (8/8/2021) siang.

Meski begitu Atjek Fatoni mencoba menyakini tim media ini terkait penyerahan sejumlah dana BUMDES tersebut belum lama ini yakni dengan mengirim foto lembaran bukti berita acara serah terima dana BUMDES Beluluk tahun 2016 senilai Rp 25 juta melalui pesan WA. (tim)

Leave A Reply

Your email address will not be published.