DPRD Babel Sidak Stok LPG 3 Kg, Pastikan Distribusi Gas Melon Aman

Cegah Kelangkaan, DPRD Babel Tinjau SPPBE dan Kapal Siaga LPG di Pangkalbalam

0 11

BABELTODAY.COM, BANGKA BELITUNG — DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turun langsung ke lapangan guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi LPG bersubsidi 3 kilogram bagi masyarakat. Langkah ini dilakukan menyusul munculnya kekhawatiran warga terkait potensi kelangkaan gas melon di sejumlah wilayah Bangka Belitung. Senin (23/2/2026)

Wakil Ketua DPRD Babel, Eddy Iskandar, bersama jajaran Komisi II melakukan kunjungan kerja ke PT Sinar Indo Dincotama (PT SID), Jumat (20/2). PT SID merupakan salah satu pengelola Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang berperan penting dalam rantai distribusi LPG 3 kilogram di daerah tersebut.

Dalam peninjauan itu, rombongan dewan melihat secara langsung fasilitas penyimpanan, proses pengisian tabung, hingga mekanisme distribusi LPG ke pangkalan-pangkalan resmi. Eddy Iskandar menyampaikan bahwa secara umum pasokan LPG masih dalam kondisi aman. Namun demikian, terdapat catatan penting terkait kapasitas penyimpanan yang dinilai cukup terbatas.

“Persoalan utama yang kami temukan adalah keterbatasan kapasitas penyimpanan. Saat ini daya tampung di lokasi ini hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar tiga sampai empat hari. Jika terjadi kendala distribusi, seperti keterlambatan kapal masuk, maka penyaluran ke masyarakat bisa terganggu. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” ujar Eddy.

Berdasarkan data yang diperoleh saat kunjungan, kapasitas penampungan LPG di PT SID mencapai sekitar 300 metrik ton. Jumlah tersebut relatif mencukupi untuk kebutuhan harian, namun belum memberikan ruang aman apabila terjadi gangguan pasokan dari luar daerah. Kondisi geografis Bangka Belitung yang bergantung pada distribusi laut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi stabilitas pasokan.

Meski demikian, DPRD Babel menerima laporan adanya langkah antisipatif dari PT Pertamina (Persero). Pertamina disebut telah menyiapkan kapal tanker yang siaga di sekitar Pelabuhan Pangkalbalam dengan sistem floating storage. Skema ini memungkinkan suplai LPG dapat segera dilakukan ketika tangki penyimpanan mulai menipis, sehingga distribusi ke masyarakat tidak mengalami jeda.

Menurut Eddy, keberadaan kapal siaga tersebut menjadi solusi strategis untuk menjaga stabilitas pasokan energi, terutama LPG bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro. Dengan sistem ini, proses pengisian dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu jadwal reguler pengiriman.

DPRD Babel menegaskan akan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap distribusi LPG 3 kilogram agar tidak terjadi kelangkaan maupun penyelewengan di lapangan. Selain memastikan pasokan aman, dewan juga meminta agar distribusi tepat sasaran sesuai dengan ketentuan subsidi yang berlaku.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan LPG, terutama yang bersubsidi. Pengawasan ini akan terus kami lakukan agar distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tegas Eddy.

DPRD juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Jika ditemukan indikasi kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak wajar di tingkat pangkalan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

 

Dengan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan Pertamina, diharapkan distribusi LPG bersubsidi di Bangka Belitung tetap stabil dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa kendala energi. (Mung Harsanto/Babel Today)

Leave A Reply

Your email address will not be published.