BABELTODAY.COM||BANGKA TENGAH – Dugaan pencemaran lingkungan yang dikaitkan dengan aktivitas PT Perlang Sawitindo Mas (PSM) di Desa Perlang kembali memantik perhatian publik. Keluhan masyarakat pesisir yang terdampak kini turut mendapat sorotan dari DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kamis (2/4/2026).
Warga menyebut adanya aliran limbah yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan dan mengalir hingga ke perairan laut. Kondisi tersebut ditengarai menimbulkan bau tak sedap serta berdampak pada menurunnya hasil tangkapan nelayan. Situasi ini juga dinilai mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat setempat yang bergantung pada sektor perikanan.
Masyarakat pun mendesak adanya langkah konkret dari pihak terkait, mulai dari evaluasi sistem pengelolaan limbah hingga penghentian sementara aktivitas pembuangan sebelum dipastikan sesuai standar lingkungan. Mereka menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi merusak ekosistem dalam jangka panjang.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) disebut telah melakukan peninjauan lapangan serta memfasilitasi mediasi antara pihak perusahaan dan warga. Namun, kewenangan instansi tersebut dinilai terbatas hanya pada pemberian sanksi administratif, sehingga memunculkan kekecewaan di tengah masyarakat karena operasional perusahaan masih berjalan.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, menegaskan bahwa persoalan dugaan pencemaran ini harus ditangani secara serius dan tidak boleh dibiarkan berlarut. Ia meminta instansi terkait segera turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan serta memanggil pihak perusahaan guna memberikan penjelasan.
Menurutnya, dampak yang dirasakan masyarakat tidak hanya terbatas di satu wilayah, namun berpotensi meluas ke daerah lain di sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi lintas sektor agar penanganan bisa dilakukan secara menyeluruh dan tepat sasaran.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat agar tidak terjadi pembiaran terhadap potensi pelanggaran lingkungan, sekaligus memastikan hak masyarakat tetap terlindungi di tengah aktivitas industri yang berjalan. (Red/*)