Ketua Komisi A DPRD DKI Dikecam! Pegiat Sosial Keagamaan: Pernyataan Inggard Joshua Prematur

0 84

Babeltoday.com, Jakarta – Pernyataan Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, terkait polemik izin pembangunan Vihara Kencana di Jakarta Barat menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari tokoh pegiat sosial keagamaan, Tjandra Setiadji atau yang akrab disapa Andy, yang menilai komentar tersebut terburu-buru dan berpotensi memicu polemik lebih lanjut di masyarakat. Sabtu (15/3/2025).

Menurut Andy, sebagai pejabat publik, Inggard seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, terlebih dalam perkara yang berkaitan dengan hak beribadah dan kebebasan beragama yang dijamin konstitusi.

“Sebagai pejabat publik yang suaranya didengar masyarakat, beliau seharusnya tidak terburu-buru mengambil kesimpulan tanpa melakukan telaah mendalam. Pernyataannya justru bisa memperkeruh suasana dan menambah polemik di masyarakat,” ujar Andy, Sabtu (15/3).

Andy menekankan bahwa dalam menyikapi isu sensitif seperti ini, pejabat publik harus menggali informasi dari berbagai sumber, bukan hanya mendengar dari satu pihak.

Sikap demikian, menurutnya, dapat menghasilkan pandangan yang lebih komprehensif dan tidak memunculkan kesan keberpihakan.

“Pendapat yang valid harus didasarkan pada informasi dari berbagai sumber. Jangan hanya mendengar dari satu pihak, apalagi jika itu menyangkut hak fundamental dalam menjalankan ibadah,” tambahnya.
Sebagai seorang praktisi hukum, Andy juga mengingatkan bahwa persoalan izin rumah ibadah bukan sekadar masalah administrasi, tetapi juga menyangkut hak konstitusional warga negara.

Ia menekankan bahwa kebebasan beragama merupakan hak mendasar yang harus dijaga, bukan justru dipersulit dengan pernyataan-pernyataan yang bisa menimbulkan ketegangan sosial.

Tak hanya itu, Andy juga menyoroti perlunya evaluasi yang lebih luas terhadap status izin rumah ibadah di sekitar Vihara Kencana.

Ia menegaskan bahwa jika ada aturan yang harus diterapkan, maka sebaiknya berlaku adil untuk semua rumah ibadah, bukan hanya pada satu tempat tertentu.

“Kalau memang ada verifikasi yang ingin dilakukan, jangan hanya ke Vihara Cetya Permata Dihati Kencana. Ada banyak rumah ibadah lain di sekitar sana, jangan sampai kesan diskriminasi muncul akibat kebijakan yang tidak konsisten,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan semua pihak untuk berpikir jernih dan tidak terjebak dalam polemik yang bisa memperkeruh suasana.

Persoalan rumah ibadah, menurutnya, harus disikapi dengan bijaksana agar tidak memicu konflik di tengah masyarakat yang majemuk.

Pernyataan Andy ini semakin menambah sorotan terhadap sikap Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, yang dinilai kurang bijak dalam menanggapi isu sensitif.

Hingga berita ini diturunkan, Inggard Joshua belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang dialamatkan kepadanya. (Red*/KBO Babel)

Leave A Reply

Your email address will not be published.