Babeltoday.com, Bandung — Konsep Location-Based SMS (LBS) mulai menarik perhatian dunia usaha dan lembaga publik sebagai sarana komunikasi efektif berbasis lokasi. Prinsip dasarnya mengadopsi sistem Line-of-Sight (LOS), yakni jangkauan jarak pancar-terima antar dua perangkat komunikasi.
Dalam teori efek Doppler, semakin jauh receiver (Rx) dari jangkauan LOS transmitter (Tx), maka sinyal melemah. Sebaliknya, saat Rx mendekat, sinyal yang diterima semakin kuat. Prinsip inilah yang kemudian diterapkan dalam sistem LBS.
Komunikasi Satu Arah
Sistem komunikasi yang digunakan adalah simplex method, di mana transmisi berlangsung satu arah. Artinya, transmitter hanya mengirimkan informasi tanpa ada balasan dari receiver. Contoh sederhana dari metode ini adalah siaran radio atau televisi.
Pada layanan telekomunikasi bergerak, SMS (Short Message Service) merupakan layanan pesan teks yang menggunakan kanal data. Berbeda dengan voice call yang relatif lebih mahal, SMS menjadi opsi ekonomis, terutama untuk kebutuhan bisnis dan promosi.
Model Propagasi dan Handover
Dalam jaringan seluler, propagasi sinyal digambarkan melalui jangkauan LOS antar sentral BTS. Misalnya, ketika pengguna bergerak meninggalkan jangkauan BTS B menuju BTS A, maka terjadi proses handover. Hal ini memungkinkan perpindahan layanan tanpa terputus.
Layanan SMS memanfaatkan mekanisme tersebut. Saat pengguna memasuki jangkauan LOS BTS tertentu, sistem dapat mengirimkan pesan promosi atau informasi sesuai lokasi pengguna.
Penerapan untuk Promosi
Teknologi LBS banyak dimanfaatkan pelaku usaha. Melalui kerjasama dengan operator seluler, pemilik toko atau kafe dapat mengirimkan SMS promosi kepada pelanggan yang melintas di sekitar lokasi usaha.
Prinsip kerjanya mirip SMS Gateway pada jaringan komputer. Sebuah server berperan sebagai pengirim pesan teks satu arah kepada perangkat yang terhubung. Aplikasi populer yang menyediakan layanan ini antara lain Twilio, Nexmo, dan Infobip.
Meski demikian, pada implementasi berbasis telekomunikasi bergerak, SMS tetap dikirimkan dari sentral BTS milik operator, bukan langsung dari toko atau gerai. Sistem aplikasi usaha hanya berfungsi sebagai penghubung dengan platform LBS operator seluler.
Fungsi Lain: Sosialisasi Publik
Selain promosi, LBS juga dapat dimanfaatkan untuk penyebaran informasi publik. Contohnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan operator telekomunikasi untuk menyebarkan informasi cuaca. Demikian pula, lembaga legislatif dapat mengirimkan sosialisasi kebijakan langsung ke masyarakat melalui SMS berbasis lokasi.
Dengan tarif murah dan jangkauan luas, LBS menjadi salah satu metode komunikasi strategis, baik untuk kepentingan bisnis maupun pelayanan publik. (Red/*)
—
S.N.M.P. Simamora
Dosen IDE LPKIA Bandung
Alumni Departemen Elektroteknik ITB Bandung
Anggota Asosiasi Dosen Indonesia