Foto : Suasana saat rakor Forkopimda Provinsi Babel yang digelar di Soll Marina Hotel, Pangkalan Baru, Kab Bangka Tengah dihadiri pula Sekda Provinsi Babel. (ist)
PANGKALPINANG,BabelToday.com – Persoalan pertambangan biji timah di wilayah perairan pulau Bangka, Provinsi kepulauan Bangka Belitung (Babel) tak cuma menjadi sorotan aparat penegak hukum, bahkan persoalan pertambangan di perairan Bangka saat ini pun kini menjadi perhatian serius pihak pemerintah daerah.
Hal ini lantaran diduga dalam pelaksaan kegiatan penambangan yang menggunakan sarana Ponton Isap Produksi (PIP) di perairan pulau Bangka khususnya di perairan Kabupaten Bangka Barat diduga tak sesuai surat perintah kerja (SPK) yang diterbitkan oleh intansi terkait maupun rekomendasi dari pemerintah daerah setempat.
Kini pun persoalan karut-marut pertambangan timah di perairan Babel sempat disorot oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Babel, Naziarto. Hal ini diungkapkanya di sela-sela rapat koordinasi (rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Babel yang digelar, Kamis (5/8/2021) siang di Soll Marina hotel, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.
Ditambahi Naziarto, pada bidang ekonomi saat ini di Babel terdapat salah satu potensi konflik sosial laut khususnya di wilayah perairan Teluk Kelabat Dalam, Desa Bakit, Kabupaten Bangka Barat.
“Yang mana terdapat aktivitas tambang ilegal dan legal yaitu ijin usaha pertambangan (IUP) PT Tiimah dan IUP milik Pemda. Sedangkan kewenangan pencabutan IUP adalah kewenangan pemerintah pusat,” kata Naziarto saat rakor berlangsung siang itu.
Menurutnya, berdasarkan data di lapangan terdapat operasional tambang di perairan Teluk Kelabat Dalam diduga milik PT LSM yang telah mendaftarkan 200 SPK, dan dari 200 SPK yang dikeluarkan PT LSM ada 120 yang melakukan oprasional.
“Namun sebaliknya kenyataan di lapangan yang beroperasional berjumlah 520 ponton,” singgung Sekda.
Selain persoalan pertambangan, ditegaskan Naziarto pihaknya kini pun sedang menyikapi atau atensi terhadap potensi konflik pada masyarakat Desa Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan.
“Terkait permasalahan timah serta masyarakat dengan perusahaan sawit PT SNS, kemudian bidang sosbud (Sosial Budaya – red) yaitu terkait penyalahgunaan narkoba yang masih terjadi di provinsi Babel ini,” katanya.
Meski begitu diharapkanya adanya rakor Forkopimda tingkat Provinsi ini semua lembaga atau intansi terkait mampu bersinergi dalam mencegah dan melakukan upaya deteksi dini adanya konflik sosial di Prrovinsi Babel.
Sejauh ini pihak PT LSM disebut-sebut oleh Sekda Babel (Naziarto) dalam rakor Forkopimda Provinsi Babel, Kamis (5/8/2021) siang masih diupayakan dikonfirmasi.
Sebelumnya pun tim media ini sempat berusaha mencoba mengkonfirmasi melalui pesan singkat atau Whats App (WA), Kamis (5/8/2021) malam terkait pernyataan Sekda Babel (Naziarto) perihal dugaan pelaksanaan SPK tambang tak sesuai kenyataan di lapangan ke seseorang yang dianggap memiliki keterkaitan dengan perusahaan tersebut berinisial Jo namun tak ada jawaban, meski diketahui pesan tersebut terbaca.
Begitu pula Sekda Provinsi Babel, Naziarto kembali dikonfirmasi melalui pesan WA, Kamis (3/8/2021) malam terkait pernyataannya dalam rakor Forkompimda Provinsi Babel tadi siang yang menilai jika salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan biji timah (PT LSM) dalam pelaksanaan di lapangan justru tak sesuai SPK yang dimiliki.
Namun sayangnya pesan yang dilayangkan justru tak ada jawaban dari Sekda Provinsi Babel meski pesan tersebut terbaca oleh yang bersangkutan.
Dalam rakor kalin ini dihadiri Dirintelkam Polda KepBabel, Kombes Pol Daniel Viktor Tobing, Kasi Intel Rem 045/Gaya, Kol Inf Dikdik Sadikin, Palaksa Lanal Babel, Letkol Laut (PM) Fajar Hasta Kusuma.
Selain itu turut pula hadir yakni Wakil Ketua III DPRD Prov Kep Babel, Amri Cahyadi, Asintel Kajati Kep Babel, Doni William Pardede, Kepala Badan Kesbangpol Prov Kep Babel, Toni Batubara, Kabidwanas Kesbangpol Prov Kep Babel, Muhammad Ali termasuk Kasubag Anev Binda Babel.
Dalam kesempata sama pun turut pula hadir pimpinan intansi BNNP Kep. Babel dihadiri langsung oleh Brigjen Pol M.Z Muttaqien, Ketua FKPT Babel Sri Wahyuni dan Kalakhar BPBD Babel Satgas Covid-19 Prov Kep Babel, Mikron Antariksa. (Tim)