TIGA MOTOR WARGA KULUR DIDUGA DIAMBIL PENGURUS TI PAK TAJUDIN, ADA APA DENGAN PERSOALAN ALAT TAMBANG? — NAMA HIRUL DISEBUT, WARGA MINTA KEJELASAN
BANGKA TENGAH — MINGGU, 20 SEPTEMBER 2026 — Aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) di wilayah Kulur, Bangka Tengah, kembali menjadi sorotan. Kali ini, persoalan bukan hanya berkaitan dengan aktivitas ngelimbang, tetapi muncul pengakuan dari tiga warga yang menyebut tiga unit sepeda motor mereka diduga diambil atau diamankan oleh pengurus TI yang disebut bernama Hirul.
Peristiwa tersebut, berdasarkan keterangan warga, disebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, ketika tiga warga Kulur berada di lokasi TI yang disebut dikelola oleh Pak Tajudin.
Salah seorang warga bernama Putra kemudian menyampaikan keterangan kepada awak media mengenai kejadian yang dialami dirinya bersama dua rekannya.
Menurut Putra, persoalan tersebut memanas setelah muncul masalah yang disebut berkaitan dengan hilangnya alat atau mesin TI.
Putra juga mengaku bahwa rekannya berinisial Yd diduga sempat hendak dipukul pada bagian kepala oleh Hirul, yang disebut sebagai pengurus TI Pak Tajudin.
«“Yd sempat mau ditinju kepalanya. Tiga motor kami juga diambil,” ujar Putra kepada awak media.»
TIGA MOTOR DIDUGA DIAMBIL, APA DASARNYA?
Pengakuan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan yang membutuhkan jawaban dan klarifikasi dari pihak terkait.
Atas dasar apa tiga sepeda motor warga tersebut diduga diambil atau diamankan?
Apakah tindakan tersebut berkaitan dengan dugaan hilangnya alat atau mesin TI? Jika memang terdapat barang yang hilang, apakah sudah dilakukan pengecekan dan apakah persoalan tersebut telah dilaporkan secara resmi?
Lalu, bagaimana status ketiga kendaraan tersebut saat ini?
Pertanyaan tersebut penting untuk dijelaskan secara terbuka agar persoalan antara warga dan pihak pengelola TI tidak berkembang menjadi kesalahpahaman atau persoalan hukum baru.
Putra mengaku dirinya bersama dua rekannya mempertanyakan mengapa mereka tiba-tiba dimarahi dan kendaraan mereka kemudian dibawa.
«“Katanya ada alat mesin TI yang hilang. Tapi kenapa kami tiba-tiba dimarahi dan tiga motor kami diambil?” ungkap Putra.»
BENARKAH ADA DUGAAN TINDAKAN TERHADAP WARGA?
Selain persoalan tiga kendaraan, pengakuan mengenai dugaan tindakan terhadap Yd juga menjadi bagian yang perlu mendapatkan klarifikasi.
Jika benar terjadi tindakan atau ancaman sebagaimana disampaikan Putra, tentu perlu diketahui secara utuh apa pemicunya, bagaimana kronologinya, dan siapa saja yang berada di lokasi saat kejadian.
Namun demikian, apabila pihak pengurus TI memiliki versi berbeda mengenai peristiwa tersebut, keterangan itu juga penting disampaikan kepada publik agar pemberitaan tetap berimbang.
Dengan demikian, persoalan ini tidak hanya menyangkut tiga sepeda motor.
Sejumlah pertanyaan masih menunggu jawaban:
Siapa yang mengambil atau mengamankan ketiga motor tersebut? Apa dasar tindakannya? Di mana kendaraan tersebut sekarang? Benarkah terdapat alat TI yang hilang? Apakah kehilangan tersebut telah dilaporkan? Dan bagaimana sebenarnya kronologi dugaan tindakan terhadap Yd?
PENGURUS TI DIMINTA MEMBERIKAN KLARIFIKASI
Awak media memandang persoalan ini perlu mendapat penjelasan langsung dari Pak Tajudin maupun Hirul, mengingat nama keduanya muncul dalam keterangan yang disampaikan warga.
Klarifikasi diperlukan untuk mengetahui apakah benar ketiga kendaraan tersebut diambil atau diamankan, siapa yang melakukan tindakan tersebut, serta apa alasan dan dasar pengambilannya.
Begitu pula mengenai dugaan hilangnya alat atau mesin TI. Apabila memang terdapat kehilangan, pihak yang merasa dirugikan tentu memiliki ruang untuk menjelaskan kronologi dan langkah yang telah ditempuh.
Jangan sampai persoalan alat tambang justru berkembang menjadi persoalan baru antara warga dan pihak pengelola TI.
APH DIMINTA MEMASTIKAN DUDUK PERKARA
Munculnya pengakuan warga mengenai tiga sepeda motor yang diduga diambil serta dugaan tindakan terhadap salah seorang warga patut mendapat perhatian apabila persoalan tersebut dilaporkan secara resmi.
Aparat penegak hukum dapat memastikan duduk perkara secara objektif berdasarkan keterangan para pihak dan bukti yang tersedia, termasuk mengenai status kendaraan, dugaan kehilangan alat, kronologi kejadian, serta pihak-pihak yang berada di lokasi.
Yang dibutuhkan bukan kesimpulan sepihak, melainkan kejelasan berdasarkan fakta dan bukti.
BABELTODAY.COM BUKA RUANG HAK JAWAB
Hingga berita ini disusun, BabelToday.Com belum memperoleh keterangan langsung dari Pak Tajudin maupun Hirul terkait pengakuan Putra tersebut.
Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan warga yang diterima awak media dan tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan bahwa telah terjadi tindak pidana.
BabelToday.Com tetap membuka ruang bagi Pak Tajudin, Hirul, maupun pihak terkait lainnya untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab guna melengkapi pemberitaan secara berimbang.
BabelToday.Com : Mega Lestari