DPRD Babel Sebut Proyek Jalan Rp50 Miliar di Bangka Selatan Gagal Bangun, Diduga Banyak Retak
Jalan Bikang–Jeriji Baru Setahun Rusak Parah, DPRD Babel Desak APH Turun Tangan
BABELTODAY.COM, PANGKALPINANG — Proyek pembangunan Jalan Bikang–Jeriji (Lelap Bikang) di Kabupaten Bangka Selatan kembali menjadi sorotan setelah dinilai mengalami kerusakan serius meski baru sekitar satu tahun selesai dikerjakan. Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol, menyebut proyek senilai hampir Rp50 miliar tersebut sebagai “gagal bangun”. Rabu (17/6/2026)
Menurut Rina, kondisi ruas jalan yang kembali bergelombang, retak memanjang, hingga terbelah di beberapa titik menunjukkan kualitas pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar yang diharapkan masyarakat. Temuan itu diperoleh setelah DPRD Babel melakukan peninjauan langsung ke lokasi menyusul laporan warga.
“Menurut kami, paket pekerjaan ini merupakan gagal bangun. Kualitas pekerjaan jauh dari yang diharapkan masyarakat. Sudah seharusnya aparat penegak hukum turun untuk melihat persoalan ini secara serius,” kata Rina, Minggu (14/6/2026).
Ia menegaskan bahwa kontraktor pelaksana harus bertanggung jawab penuh atas kondisi kerusakan yang terjadi, dan tidak cukup hanya melakukan perbaikan sementara. Menurutnya, proyek dengan nilai anggaran besar seharusnya menghasilkan infrastruktur yang kuat dan tahan lama, bukan justru cepat mengalami kerusakan.
Rina juga meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bangka Belitung untuk tidak mengalokasikan anggaran pemeliharaan tambahan apabila kerusakan terbukti akibat kesalahan teknis dalam pelaksanaan pekerjaan. Ia menilai hal itu penting untuk memberikan efek jera kepada pelaksana proyek.
Selain kontraktor, ia juga menyoroti lemahnya pengawasan selama proses pembangunan. Ia meminta agar pengawas lapangan, konsultan pengawas, hingga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dievaluasi secara menyeluruh.
“Kerusakan yang terjadi membuktikan pengawasan tidak berjalan maksimal. Pengawas lapangan, konsultan pengawas maupun PPTK harus dievaluasi. Faktanya, jalan yang baru selesai dibangun sudah mengalami kerusakan cukup signifikan,” ujarnya.
Sebelumnya, DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah meninjau langsung kondisi jalan tersebut setelah menerima sejumlah laporan dari masyarakat setempat. Di lokasi, ditemukan kerusakan berupa gelombang pada permukaan jalan, retakan panjang, serta belahan pada bagian tengah jalan yang diperkirakan mencapai sekitar 500 meter.
Ruas jalan tersebut diketahui dibangun menggunakan teknologi Mortar Foam dan kayu cerucuk, yang sebelumnya diklaim sebagai metode untuk mengatasi kondisi tanah lunak di kawasan tersebut. Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan indikasi kegagalan struktur pada beberapa titik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bangka Belitung maupun kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait temuan DPRD dan kondisi kerusakan jalan tersebut. DPRD Babel menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan pertanggungjawaban dari pihak terkait. (Mung Harsanto/BabelToday.com)