BBM Langka di Antrean, Harga Eceran Tembus Rp17 Ribu! Ketua DPRD Babel Turun Tangan Cari Solusi

Antrean BBM di Babel Kian Meresahkan, Didit Srigusjaya Panggil Pertamina dan Seluruh Pemilik SPBU

0 0

BABELTODAY.COM, PANGKALPINANG – Persoalan panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin mendapat perhatian serius DPRD Babel. Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, mengambil langkah dengan mengundang Pertamina, kepolisian, pemerintah daerah, serta seluruh pemilik SPBU untuk mencari solusi konkret atas persoalan yang terus dikeluhkan masyarakat. Selasa (27/10/2026)

Pertemuan lintas sektor tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (29/10/2026), pukul 13.00 WIB, di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Langkah ini disampaikan Didit setelah menerima audiensi Aliansi Umat Islam Bangka Belitung di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026).

Menurut Didit, persoalan antrean BBM tidak lagi sebatas mengganggu kenyamanan pengendara. Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap aktivitas perekonomian masyarakat, khususnya distribusi kebutuhan pokok dan kelancaran usaha perdagangan.

Bahkan, DPRD menerima laporan adanya pedagang yang mengalami kerugian akibat keterlambatan pengiriman barang. Sebagian barang dagangan dilaporkan membusuk karena terhambatnya aktivitas distribusi.

“Antrean BBM di Bangka Belitung ternyata berdampak bukan hanya kepada pengguna BBM. Ada indikasi harga sembako juga naik. Kami mendengar pengakuan pedagang yang mengalami kerugian karena tidak bisa menyuplai barang dagangannya, bahkan ada barang yang akhirnya busuk,” ujar Didit.

Antrean Panjang Mulai Ganggu Aktivitas Masyarakat

Didit menilai kondisi tersebut sudah memerlukan penanganan serius. Selain berdampak pada ekonomi, antrean berkepanjangan juga dilaporkan mengganggu aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat.

Ia mengungkapkan adanya laporan warga yang terpaksa melewatkan waktu salat Magrib hingga Isya karena terlalu lama menunggu giliran mendapatkan BBM.

“Nah, ini menurut kita sudah di luar batas kewajaran. Maka, sudah kita petakan kendala-kendalanya di mana,” tegasnya.

Harga BBM Eceran Dilaporkan Tembus Rp17 Ribu

Dalam audiensi tersebut, Aliansi Umat Islam Bangka Belitung juga menyoroti tingginya harga BBM yang dijual secara eceran.

Berdasarkan surat permohonan audiensi tertanggal 26 Oktober 2026, harga BBM eceran di Pangkalpinang dilaporkan mencapai Rp14.000 hingga Rp15.000 per liter.

Sementara itu, di wilayah Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, harga eceran bahkan disebut mencapai Rp17.000 per liter.

Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang diharapkan dapat dibahas bersama pihak terkait, termasuk mengenai kelancaran distribusi dan pelayanan BBM kepada masyarakat.

DPRD Babel Minta Solusi, Bukan Saling Menyalahkan

Didit menegaskan, pertemuan yang dijadwalkan Kamis mendatang bukan bertujuan mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan menyatukan langkah penyelesaian.

“Kita ke depan tidak mencari masalah, tetapi mencari solusi. Insyaallah, kami sudah mengundang pihak Pertamina, Bapak Kapolda, eksekutif, dan seluruh pemilik SPBU untuk bisa hadir hari Kamis pukul 13.00 WIB di Ruang Bamus. Kita harus selesaikan ini,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak yang diundang dapat memberikan penjelasan mengenai kendala distribusi maupun pelayanan BBM serta merumuskan langkah penanganan yang efektif.

Didit juga mengingatkan bahwa antrean yang terus berlarut-larut berpotensi menimbulkan persoalan sosial lebih luas apabila tidak segera diselesaikan.

“Kita harus segera menyelesaikan ini untuk mencari solusi. Mudah-mudahan ada kepastian langkah-langkah preventif sehingga masalah ini tidak terjadi lagi di Bangka Belitung,” tutupnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menghasilkan langkah nyata dalam mengurai antrean BBM, memperlancar distribusi, dan memastikan kebutuhan masyarakat Bangka Belitung dapat terpenuhi secara lebih baik. (Mung Harsanto/Babel Today)

Leave A Reply

Your email address will not be published.