Bulog Stop Beli Gabah, Gubernur Hidayat: Petani Jangan Sampai Dirugikan

0 16

BabelToday.com, BATAM – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, mengambil langkah cepat setelah mendengar keresahan petani padi di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan. Para petani mengaku merugi akibat Perum Bulog tidak lagi membeli gabah kering panen (GKP) dengan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram. Senin (22/9/2025)

Sejak awal September 2025, Perum Bulog Cabang Bangka menghentikan pembelian GKP. Akibatnya, petani terpaksa menjual hasil panen kepada tengkulak atau penampung swasta dengan harga jauh di bawah HPP.

Kondisi ini membuat semangat petani menurun, bahkan beberapa mengaku ragu untuk melanjutkan tanam padi di musim berikutnya.

Kabar keresahan itu dengan cepat tersebar di berbagai platform media. Saat berada di Batam mengikuti kegiatan nasional, Sabtu (20/9/2025) malam, Gubernur Hidayat segera menghubungi Kepala Perum Bulog Cabang Bangka, Akhmad Fahmi Yasin, untuk meminta penjelasan.

“Kenapa Bulog tidak membeli gabah kering panen? Ini tidak sesuai kesepakatan. Saya minta Bulog harus ada solusi yang tidak merugikan petani,” tegas Gubernur Hidayat Arsani.

Menjawab pertanyaan tersebut, Kepala Bulog Cabang Bangka menjelaskan bahwa kuota pembelian gabah telah habis.

“Petani bisa menjual GKP kepada pihak swasta,” ujar Akhmad Fahmi singkat.

Namun, jawaban itu membuat Gubernur Hidayat tidak puas. Ia menilai kebijakan penghentian pembelian GKP oleh Bulog justru berlawanan dengan semangat pemerintah pusat maupun daerah yang tengah mendorong program swasembada pangan. Menurut Hidayat, Bulog seharusnya hadir sebagai penyangga harga untuk melindungi petani dari kerugian.

“Kalau Bulog berhenti membeli, petani kita bisa kehilangan semangat menanam. Padahal, Babel sedang berusaha memperkuat ketahanan pangan. Peran Bulog tidak bisa digantikan tengkulak,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Gubernur Hidayat memanggil Kepala Bulog Cabang Bangka untuk hadir menemuinya di Pangkalpinang pada Senin, 22 September 2025. Pertemuan ini diharapkan menjadi forum untuk mencari solusi konkret agar petani tetap memperoleh harga sesuai HPP.

Gubernur juga menyampaikan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat apabila diperlukan. Menurutnya, tambahan kuota pembelian Bulog bisa menjadi opsi agar hasil panen petani di Babel tetap terserap dengan harga wajar.

“Kita punya potensi padi yang besar. Jangan sampai petani berhenti tanam hanya karena harga gabah anjlok,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Hidayat menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Ia ingin memastikan bahwa kerja keras petani tetap dihargai. (Sumber: Diskominfo Prov. Babel, Editor: KBO Babel)

Leave A Reply

Your email address will not be published.