Masyarakat Babel Antusias Sambut Kajian Inspiratif Dewi Yull di Rumah Dinas Gubernur
BabelToday.com, PANGKALPINANG – Nama Dewi Yull selama puluhan tahun dikenal lewat suara emasnya di panggung musik Indonesia. Namun kini, perempuan yang akrab disapa Bunda Dewi itu lebih sering terlihat di panggung berbeda: panggung kemanusiaan. Jumat (19/9/2025)
Pada Kamis (18/9/2025), Dewi Yull hadir dalam acara Kajian Inspiratif dan Penggalangan Dana di Ruang Mahligai, Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Puluhan ibu-ibu memenuhi ruangan untuk mendengarkan kisah perjalanan hidupnya yang penuh inspirasi.
Ujian yang Menjadi Kekuatan
Dalam kajian bertajuk “Sejatinya Dunia ini Hanya Hak Pakai, Bukan Hak Milik”, Dewi Yull menceritakan ujian besar dalam hidupnya. Ia dikaruniai seorang anak tunanetra, yang justru menjadi jalan baginya semakin dekat dengan Allah SWT.
“Ujian itu bukan untuk menjatuhkan, tapi menguatkan. Anak saya yang tunanetra adalah anugerah terbesar yang membuat saya belajar peduli dengan sesama,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah itu membuat suasana ruangan larut dalam keheningan. Sejumlah peserta tak kuasa menahan haru mendengar cerita Dewi.
Dedikasi untuk Difabel
Dari pengalaman pribadinya, Dewi kini berkomitmen mendukung pembangunan Pesantren Tunanetra Indonesia, termasuk di Babel. Proyek yang sudah rampung 50 persen ini diharapkan menjadi pusat pendidikan sekaligus rumah bagi anak-anak difabel yang ingin memperdalam ilmu agama.
“Ini bukan hanya proyek, tapi amanah. Saya ingin anak-anak difabel bisa punya masa depan cerah, tidak terpinggirkan,” tegasnya.
Kiprah hingga Palestina
Selain di Indonesia, Dewi juga aktif dalam misi kemanusiaan ke Gaza melalui Yayasan Ikpah. Donasi dari masyarakat Indonesia disalurkan langsung untuk membantu warga Palestina.
“Kalau nama Babel belum tertulis di dapur umum Gaza, insyaallah pesantrennya ada di sini. Orang Bangka selalu mendukung,” jelasnya.
Dewi menegaskan, kepedulian tidak boleh berhenti pada lingkup lokal saja. Solidaritas harus meluas, melintasi batas negara.
Ajakan Berbagi
Sebelum menutup kajiannya, Dewi Yull menyampaikan pesan yang begitu membekas. Ia mengajak masyarakat untuk berbagi sesuai kemampuan.
“Kalau punya Rp10 juta, sisihkan Rp250 ribu. Kalau punya Rp1 miliar, sisihkan Rp25 juta. Itu tidak akan mengurangi, justru menambah berkah,” ucapnya dengan penuh semangat.
Pesan itu menjadi refleksi bersama bahwa harta sejatinya hanyalah titipan yang harus digunakan untuk kebaikan.
Kehadiran Tokoh Perempuan Babel
Acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh perempuan Babel, antara lain Ketua BKOW sekaligus Penasihat DWP Provinsi Babel, Noni Hidayat Arsani; Ketua DWP Babel, Sri Hidayati Fery Afriyanto; serta Ketua Yayasan Ikpah Indonesia, Ustazah Rizki Amelia.
Kehadiran mereka menandai bahwa gerakan kepedulian sosial perlu dukungan lintas elemen, terutama dari kaum perempuan yang menjadi motor penggerak keluarga dan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, Dewi Yull menutup sesi dengan doa agar apa yang digagas bersama dapat menjadi amal jariyah. Dari panggung musik yang gemerlap, kini ia benar-benar mengabdikan dirinya di panggung yang lebih mulia: panggung kemanusiaan. (Sumber: Diskominfo Prov. Babel, Editor: KBO Babel)