KORPRI dan ASN Peduli Babel Beri Dukungan Moral dan Materi untuk Keluarga Almarhum Abdi Yulianto

0 15

BabelToday.com, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meninggal dunia. Santunan duka diserahkan kepada keluarga almarhum Abdi Yulianto, guru olahraga SMK Negeri 1 Pangkalpinang yang wafat pada 29 Agustus 2025. Jumat (19/9/2025)

Penyerahan dilakukan di kediaman keluarga almarhum di Pangkalpinang, Jumat (19/9/2025) pagi. Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemprov Babel, Yunan Helmi, hadir mewakili Gubernur Babel, Hidayat Arsani, untuk menyerahkan langsung santunan tersebut.

“Kami menyampaikan turut berdukacita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran kami hari ini bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga menyampaikan bahwa pemerintah turut merasakan kesedihan yang dialami. Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu dan meringankan beban keluarga dalam masa duka,” ujar Yunan Helmi.

Santunan dari KORPRI dan ASN Peduli

Santunan yang diberikan kepada keluarga almarhum terdiri dari dua bagian, yakni dari KORPRI Provinsi Babel sebesar Rp5.000.000 dan dari ASN Peduli sebesar Rp2.150.000. Total bantuan mencapai Rp7.150.000 yang diharapkan dapat membantu keluarga dalam menghadapi masa sulit setelah kehilangan.

Yunan menambahkan, program santunan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus solidaritas ASN di lingkungan Pemprov Babel. Menurutnya, ASN bukan hanya bekerja untuk pemerintah, tetapi juga bagian dari sebuah keluarga besar yang harus saling menguatkan ketika ada musibah.

Sosok Guru yang Berdedikasi

Almarhum Abdi Yulianto wafat pada usia 49 tahun setelah berjuang melawan penyakit ginjal selama satu setengah tahun. Selama masa sakit, almarhum menjalani berbagai pengobatan termasuk cuci darah secara rutin. Ia meninggalkan seorang istri, Indah Yulia Sari, serta dua anak perempuan.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Pangkalpinang, Johan, yang turut hadir pada penyerahan santunan, menyampaikan bahwa almarhum Abdi adalah figur guru yang penuh dedikasi dan selalu mengutamakan kepentingan siswa.

“Almarhum sangat aktif semasa hidupnya. Selain mengajar, beliau sering dipercaya menjadi juri dalam berbagai ajang olahraga. Sikapnya yang profesional, sabar, dan selalu mendampingi murid tanpa pernah mengeluh membuat kami semua merasa kehilangan sosok yang luar biasa,” kata Johan.

Menurut Johan, kepergian Abdi Yulianto menjadi kehilangan besar tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia pendidikan di Babel, khususnya di bidang olahraga.

Ucapan Terima Kasih dari Keluarga

Sementara itu, Indah Yulia Sari, istri almarhum, dengan penuh rasa haru menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Babel, KORPRI, dan ASN Peduli.

“Kami sekeluarga sangat bersyukur atas kepedulian ini. Terima kasih kepada seluruh jajaran Pemprov Babel. Di tengah duka yang kami alami, perhatian ini sangat berarti. Bantuan ini bukan hanya sekadar materi, tetapi juga menjadi penguat semangat bagi kami untuk terus melanjutkan kehidupan,” ucap Indah.

Ia juga berharap agar kepedulian serupa dapat terus diberikan kepada keluarga ASN lain yang mengalami musibah, karena perhatian tersebut menjadi bukti nyata adanya kebersamaan dan solidaritas.

(Sumber: Diskominfo Prov. Babel, Editor: KBO Babel)

Leave A Reply

Your email address will not be published.