Didit Srigusjaya Cek Langsung SPPBE, Stok LPG Bangka Belitung Dipastikan Aman

0 11

BABELTODAY.COM, PANGKALPINANG — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Merawang, Kabupaten Bangka, Selasa (7/4/2026). Kunjungan ini dilakukan guna memastikan ketersediaan stok gas LPG, baik subsidi 3 kilogram maupun non-subsidi, tetap aman dan terdistribusi dengan baik kepada masyarakat. Rabu (8/4/2026)

Dalam kunjungan tersebut, Didit didampingi oleh perwakilan Pertamina, yakni Sales Area Manager, Wicaksono. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh pihak pengelola SPPBE yang memberikan penjelasan terkait kondisi stok serta mekanisme distribusi LPG di wilayah Bangka Belitung.

Didit Srigusjaya menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebelumnya yang membahas potensi gangguan distribusi LPG akibat faktor cuaca. Ia ingin memastikan bahwa masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan gas LPG, seperti yang sempat terjadi pada awal tahun lalu.

“Ini bagian dari tindak lanjut RDP, di mana ada rencana pembangunan tangki penampung LPG. Tujuannya untuk mengantisipasi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem yang pernah menyebabkan kelangkaan gas di Pulau Bangka,” ujar Didit.

Menurutnya, keberadaan tangki penampung atau buffer stock menjadi solusi strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi rumah tangga, khususnya LPG 3 kilogram yang merupakan kebutuhan utama masyarakat. Ia juga mendorong agar rencana pembangunan fasilitas tersebut dapat segera direalisasikan oleh pihak terkait.

Sementara itu, Wicaksono dari Pertamina memastikan bahwa hingga saat ini kondisi stok LPG di wilayah Bangka Belitung masih dalam keadaan aman dan terkendali. Namun demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan LPG, khususnya yang bersubsidi.

“Stok kita aman untuk saat ini. Namun, situasi global yang tidak menentu, termasuk dampak konflik di kawasan Timur Tengah seperti Iran, bisa saja mempengaruhi distribusi energi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat menggunakan LPG sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pertamina terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran distribusi, termasuk mengantisipasi potensi kendala logistik akibat cuaca ekstrem di perairan Bangka Belitung.

Seperti diketahui, pada Januari 2026 lalu, sempat terjadi kelangkaan LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah Pulau Bangka. Hal ini disebabkan oleh terganggunya jalur distribusi akibat cuaca buruk yang menghambat pelayaran kapal pengangkut LPG. Kondisi tersebut sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan pengawasan terhadap distribusi energi semakin optimal, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Pertamina dalam menjamin ketersediaan LPG bagi masyarakat. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus memantau kondisi di lapangan agar kebutuhan energi rumah tangga tetap terpenuhi secara merata dan berkelanjutan. (Mung Harsanto/Babel Today)

Leave A Reply

Your email address will not be published.