Kemenkop Percepat Akselerasi Kopdes Merah Putih, Rakor Perdana Digelar di Bali

0 11

Babeltoday.com, Bali – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) menegaskan komitmennya mempercepat penguatan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai penggerak kemandirian ekonomi desa. Penegasan itu disampaikan Sekretaris Kemenkop, Ahmad Zabadi, dalam Rapat Koordinasi Regional perdana Kopdes Merah Putih yang digelar di Kantor OJK Bali, Selasa (16/9/2025).

Provinsi Bali menjadi daerah pertama pelaksana rakor regional, yang selanjutnya akan digelar di lima wilayah lain: Batam, Makassar, Banten, Pontianak, dan Ternate. Agenda ini diikuti oleh Dinas Koperasi dan UKM dari berbagai provinsi, mulai dari NTB, NTT, Yogyakarta, hingga Papua Barat.

Zabadi menuturkan, percepatan Kopdes Merah Putih akan difokuskan pada akses pembiayaan. Pemerintah mendorong agar prosedur pembiayaan dipermudah, tidak hanya untuk modal kerja, tetapi juga untuk pembangunan sarana fisik. “Presiden Prabowo menekankan pentingnya pembiayaan yang mampu menjangkau pembangunan gudang dan fasilitas penyimpanan. Saat ini, lebih dari 80 persen Kopdes Merah Putih belum memiliki aset fisik,” jelasnya.

Menurut Zabadi, keberadaan gudang menjadi kebutuhan mendesak agar distribusi barang subsidi dan kebutuhan pokok di desa berjalan lancar. “Presiden bahkan menegaskan, gudang dengan ukuran minimal 20×30 meter wajib segera diwujudkan,” tambahnya.

Pemerintah menargetkan hingga akhir tahun ini lebih dari 80 ribu Kopdes Merah Putih dapat beroperasi optimal. “Koperasi tidak sekadar menjadi penyalur produk, tetapi juga berperan sebagai agregator dan konsolidator ekonomi desa,” tegas Zabadi.

Sementara itu, Pemprov Bali memaparkan capaian di daerahnya. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, menyebut saat ini terdapat 716 Kopdes Merah Putih berbadan hukum. Meski demikian, tantangan masih ada, mulai dari keterbatasan modal, sarana prasarana, hingga minimnya tenaga pendamping.

Sebagai langkah solusi, Satgas Provinsi Bali bersama Satgas kabupaten/kota telah menggelar pelatihan kompetensi bagi pengurus dan pengawas koperasi. “Tiga angkatan pelatihan sudah terlaksana dengan melibatkan sekitar 90 pengurus. Beberapa kabupaten juga menjalankan program serupa dengan dukungan anggaran daerah,” ujar Tri Arya.

Selain itu, Bali mulai mengintegrasikan koperasi desa dengan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES). Hingga saat ini, sekitar 75 persen Kopdes Merah Putih di Bali tercatat aktif di sistem tersebut.

Rakor ini diharapkan menjadi momentum akselerasi Kopdes Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang kuat, transparan, dan mandiri. (Red/*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.